BISNIS PENGELOLAAN
1. Langkah awal manajemen yang efektif adalah menetapkan tujuan dalam bisnis yang merupakan target-target kinerja yang diukur oleh organisasi dan manajer pada setiap tingkatan. Empat tujuan utama penetapan sasaran dalam suatu organisasi, ialah :
a. penetapan tujuan memberikan arah dan panduan bagi para manajer di semua tingkatan.
b. Penetapan tujuan membantu perusahaan mengalokasikan sumber dayanya.
c. Penetapan tujuan membantu menetapkan budaya korporasi.
d. Penetapan tujuan membantu manajer menilai kinerjanya.
Merupakan tujuan jangka panjang yang langsung berasal dari pernyataan misi suatu perusahaan. Tujuan jangka panjang ini ditetapkan oleh manajer puncak (top manager).
b. Menganalisis organisasi dan lingkungannya
Analisis organisasi adalah analisis yang dilakukan untuk lebih mengerti kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan. Faktor-faktor kekuatan, seperti surplus uang tunai, tersedianya sumber daya yang berkompeten, tersedianya bakat manajerial, keahlian teknis juga sedikitnya kompetisi.
Analisis lingkungan melibatkan pengamatan dan penilaian lingkungan bagi ancaman dan peluang. Ancaman ini bisa timbul dari konsumen itu sendiri, misalnya selera yang berubah. Ancaman lainnya yaitu dari produk-produk dari pesaing.
c. Menyesuaikan organisasi dengan lingkungannya
Langkah terakhir dalam perumusan strategi adalah menyesuaikan ancaman lingkungan dengan kesempatan terhadap kekuatan dan kelemahan perusahaan. Proses penyesuaian merupakan pusat dari perumusan strategi. Hal ini merupakan dasar bagi keberhasilan perencanaan dan pelaksanaan bisnis.
3. Manajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan sumber daya keuangan, manusia, dan informasi suatu perusahaan untuk mencapai tujuan. Masing-masing proses manajemen berhubungan dengan lima keahlian manajemen yang ada. Seperti :
a. Perencanaan
Merupakan proses manajemen yang mentapkan apa yang harus dilakukan suatu organisasi dan bagaimana melakukannya dengan sebaik mungkin. Perencanaan atau planning adalah suatu fungsi manajemen yang paling penting, karena diformulasikan apa yang akan dikerjakan, siapa yang mengerjakan, di mana dan caranya, dan bagaimana menilainya.
Dalam hal ini yang harus ditekankan adalah keterampilan konseptual yang merupakan kemampuan untuk melihat perusahaan secara keseluruhan, bagaimana bagian-bagian saling tergantung dan apa yang terjadi bila ada sesuatu yang berubah. Seotang top manajer harus mampu berpikir abstrak,bisa membayangkan, mendiagnosa dan menganalisis setiap situasi yang mungkin berbeda. Ia bisa memikirkan pasar baru yang akan dirintis, menganalisa akibat dari suatu keputusan, dsb.
b. Pengorganisasian
Pengorganisasian merupakan proses manajemen yang menetapkan cara terbaik dalam mengatur sumber daya dan aktivitas suatu organisasi menjadi suatu struktur yang logis.
Sehingga keterampilan yang harus dimiliki adalah keahlian konseptual dan keahlian hubungan manusia.
c. Pengarahan
Pengarahan merupakan proses manajemen dalam memandu dan memotivasi karyawan-karyawan untuk mencapai sasaran suatu organisasi. Fungsi ini menyangkut mengintergrasikan berbagai unit yang berbeda. Koordinasi harus ada pada setiap tingkat organisasi.
Dalam hal ini keterampilan hubungan manusia (human relation skills) sangat dibutuhkan. Karena pengarahan adalah proses memandu dan memotivasi, seorang manajer haruslah memiliki keahlian komunikasi yang baik agar dapat mengerti dan dimengerti oleh yang lainnya. Juga agar dapat memelihara hubunganyang baik pada suatu organisasi.
d. Pengawasan
Pengawasan merupakan proses manajemen dalam memonitor kinerja suatu organisasi untuk menjamin bahwa tujuannya dapat tercapai.
Keterampilan mengelola waktu (time management skills) sangat dibutuhkan dalam proses pengawasan. Seorang manajer harus bisa memprediksi pengawasan yang akan dilakukan untuk jangka waktu berapa lama. Selain itu dibutuhkan juga keterampilan membuat keputusan (decision making skills).
6. Pada bidang pendidikan pun manajemen tetap ada, contonya pada universitas. Sekalipun pada lembaga pendidikan, tingkatan manajer seperti top manager, middle manager dan juga lower manager bisa dijumpai. Hal ini bisa diidentifikasi sebagai berikut.
a. Top manager
Pada institusi pendidikan , yang menjadi top manager adalah Rektor.
b. Middle manager
Pada institusi pendidikan, yang berperan menjadi middle manager yaitu, dekan, direktur progam sarjana, direktur program pasca sarjana, kepala lembaga, kepala biro, kepala unit, dan para kepala bagian di lingkungan unit-unit tersebut.
c. Lower manager
Pada institusi pendidikan, yang menjadi lower manager adalah para staff dan karyawan seperti dosen, dll.
7. Perusahaan yang keahlian teknis manajemen puncaknya lebih penting daripada keterampilan hubungan manusia atau konseptual yaitu pada perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan. Menurut saya pada perusahaan ini jelaslah keahlian teknis sangat dibutuhkan bila dibandingkan dengan keahlian-keahlian yang lain. Pada perusahaan tambang sudah tentu yang dibutuhkan adalah kemampuan teknis dalam melakukan penambangan.
8. Antara perusahaan manufaktur berumur 100 tahun di Northeast dan perusahaan e-commerce berumur setahun yang didirikan di Silicon Valley pasti terdapat perbedaan dan salah satunya dapat terlihat pada budaya perusahaan. Budaya korporasi merupakan pengalaman, kisah, keyakinan, dan norma-norma yang mencirikan suatu organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar